24 12 2008
DAFTAR ALAMAT BLOG
MAHASISWA TEKNOLOGI PENDIDIKAN ANGKATAN 2007

NO NIM NAMA MAHASISWA NAMA PANGGILAN ALAMAT BLOG
1 1102407013 Rina Widyastuti rina http://rinastya.blogspot.com
2 1102407029 Burhanuddin burhan http://alasrobankedawung.blogspot.com
3 1102407014 Nuel Wicaksono nuel http://anakkosan.blogspot.com
4 1102407021 Bramanta Prakasa bram www.organbusuksites.blogspot.com
5 1102407002 Yudi restu yudi http://semuabisabilang.blogspot.com
6 1102407027 sigit handoko sigit http://gangwaru.blogspot.com
7 1102407037 ruben pane ruben http://warungpojok42.blogspot.com
8 1102407007 ramank U.A ramank http://ramanktegal.blogspot.com
9 1102407032 wenimen ronalinhulu lei www.ronaldtp.blogspot.com
10 1102407026 Candra Yosi yosi http://yoshinaga.blogspot.com
11 1102407005 wdya pratiwi wdya http://wdyatp.blogspot.com
12 1102407018 mampe siahaan mampe http://mampesiahaan.blogspot.com
13 1102407001 umi hanik umi http://hanieks.wordpress.com
14 1102407012 Ahmad Afryanto rian http://pendekar-afrian03.blogspot.com
15 1102407035 Merliana AMB ana http://bless-mylife.blogspot.com
16 1102407025 Ifti Miftahuliyana lia http://leeare89.wordpress.com
17 1102407006 Rafika Mayang puspita mayang http://dyarmyg.wordpress.com
18 1102407030 Beffiria puriwati befi http://bepy02.wordpress.com
19 1102407009 Juniya IP Any ip http://iroez.blogspot.com
20 1102407028 Tiur Dorowati tiur http://tiur-dreamscometrue.blogspot.com




Implementasi Pendidikan

26 11 2008

Tujuan Pendidikan Kecakapan Hidup

Secara umum pendidikan yang berorietasi pada kecakapan hidup bertujuan memfungsikan pendidikan sesuai dengan fitrahnya, yaitu mengembangkan potensi manusiawi peserta didik untuk menghadapi perannya dimasa datang (Tim BBE, 2002:8). Hal ini juga sesuai dengan apa yang diungkapkan oleh Slamet PH (2002) bahwa tujuan utama pendidikan kecakapan hidup adalah menyiapkan peserta didik agar yang bersangkutan mampu, sanggup, dan terampil menjaga kelangsungan hidup dan perkembangannya di masa datang.  Esensi dari pendidikan kecakapan hidup adalah untuk meningkatkan relevansi pendidikan dengan nilai-nilai kehidupan nyata, baik preservatif maupun progresif.  Lebih spesifiknya, menurut Slamet PH (2002) tujuan pendidikan kecakapan hidup dapat dikemukakan sebagai berikut.  Pertama, memberdayakan aset kualitas batiniyah, sikap, dan perbuatan lahiriyah peserta didik melalui pengenalan (logos), penghayatan (etos), dan pengamalan (patos) nilai-nilai kehidupan sehari-hari sehingga dapat digunakan untuk menjaga kelangsungan hidup dan perkembangannya.  Kedua, memberikan wawasan yang luas tentang pengembangan karir, yang dimulai dari pengenalan diri, eksplorasi karir, orientasi karir, dan penyiapan karir.  Ketiga, memberikan bekal dasar dan latihan-latihan yang dilakukan secara benar mengenai nilai-nilai kehidupan sehari-hari yang dapat memampukan peserta didik untuk berfungsi menghadapi kehidupan masa depan yang sarat kompetisi dan kolaborasi sekaligus.  Keempat, mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya sekolah melalui pendekatan manajemen berbasis sekolah dengan mendorong peningkatan kemandirian sekolah, partisipasi stakeholders, dan fleksibilitas pengelolaan sumber daya sekolah.  Kelima, memfasilitasi peserta didik dalam memecahkan permasalahan kehidupan yang dihadapi sehari-hari, misalnya kesehatan mental dan pisik, kemiskinan, kriminal, pengangguran, lingkungan sosial dan pisik, narkoba, kekerasan, dan kemajuan ipteks. Pendapat lain dikemukakan oleh Mulyani Sumantri, (2004) bahwa tujuan khusus pemelajaran life skills adalah:

1) Menyajikan kecakapan berkomunikasi dengan menggunakan berbagai teknik yang memadai bagi siswa.

2) Mengembangkan sikap dan perilaku yang sesuai dengan masyarakat masa kini dan memenuhi kebutuhan di masa datang.

3) Mengembangkan kemampuan membantu diri dan kecakapan hidup agar setiap siswa dapat mandiri.

4) Memperluas pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai sumber-sumber dalam masyarakat.

5) Mengembangkan kecakapan akademik yang akan mendukung kemandirian setiap siswa.

6) Mengembangkan kecakapan pra-vokasional dan vokasional dengan memfasilitasi latihan kerja dan pengalaman bekerja di masyarakat.

7) Mengembangkan kecakapan untuk memanfaatkan waktu senggang dan melakukan rekreasi.

8) Mengembangkan kecakapan memecahkan masalah untuk membantu siswa melakukan pengambilan keputusan masa kini dan di masa depan.

Untuk mencapai tujuan pendidikan kecakapan hidup ini tidak akan lepas dari peran guru sebagai pelaksana kurikulum, fasilitator dan motivator bagi siswa melalui kegiatan belajar mengajar di sekolah sehingga siswa memiliki bekal kompetensi untuk bekerja dan bermasyarakat dalam mengarungi kehidupan. Kurikulum sebagai petunjuk jalan untuk mencapai tujuan pemelajaran dan mata diklat sebagai kendaraan yang membawa peserta didik mencapai kompetensi tertentu dimana guru berperan sebagai sopir untuk mengantarkan peserta didik sampai ke tujuan pemelajaran sesuai standar kompetensi yang ditetapkan.

Pelaksanaan Pendidikan Kecakapan Hidup

Pendidikan kecakapan hidup bukanlah sesuatu yang baru dan karenanya juga bukan topik yang orisinil.  Yang benar-benar baru adalah bahwa kita mulai sadar dan berpikir bahwa relevansi antara pendidikan dengan kehidupan nyata perlu ditingkatkan intensitas dan efektivitasnya (Slamet PH, 2002). Hal ini berarti proses pemelajaran yang selama ini dilakukan di sekolah sebenarnya juga telah menumbuhkan kecakapan hidup namun ketercapaiannya masih sebatas sebagai efek pengiring (nurturant efect) yang secara otomatis terbentuk seiring terkuasainya subtansi mata pelajaran. Sementara itu berdasar konsep pendidikan berorientasi kecakapan hidup bahwa aspek-aspek kecakapan hidup harus sengaja dirancang untuk ditumbuhkan dalam kegiatan belajar. Perancangan dimulai dari penyusunan program pemelajaran, penyusunan satuan pemelajaran, kegiatan pemelajaran dan sistem evaluasinya. Hal ini menuntut guru untuk melakukan reorientasi pemelajaran pada mata pelajaran yang diampunya guna mengembangkan kecakapan hidup.

Menurut Pardjono (2002) ada beberapa prinsip yang harus dipakai dalam melaksanakan pendidikan kecakapan hidup, yaitu:

1) Pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup tidak mengubah system pendidikan yang berlaku saat ini.

2) Tidak mereduksi pendidikan menjadi hanya suatu pelatihan.

3) Etika sosio –religius bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila dapat diintegrasikan.

4) Pemelajaran memakai prinsip learning to know, learning to do, learning to be, learning to live together, dan learning to cooperate.

5) Pengembangan potensi wilayah dapat direfleksikan dalam penyelenggaraan pendidikan

6) Menerapkan manajemen berbasis sekolah dan masyarakat, kolaborasi semua unsur terkait yang ada dalam masyarakat.

7) Paradigma learning for life dan school to work dapat menjadi dasar semua kegiatan pendidikan sehingga lembaga pendidikan secara jelas memiliki pertautan dengan dunia kerja dan pihak lain yang relevan.

8) Penyelenggaraan pendidikan harus senantiasa membantu peserta didik agar:

· Membantu mereka menuju hidup sehat dan berkualitas

· Mendapatkan pengetahuan dan wawasan yang lebih luas

· Memiliki akses untuk mampu memenuhi standar hidup secara layak.

Berdasarkan prinsip – prinsip ini, lebih lanjut Pardjono (2002) mengungkapkan 3 strategi penerapan kecakapan hidup di sekolah yaitu :

1) Kecakapan hidup akan diimplementasikan secara integratif dengan kegiatan pemelajaran pada setiap mata pelajaran atau mata diklat.

2) Kecakapan hidup akan diimplementasikan melalui kegiatan ekstrakurikuler seperti : pramuka, PMR, Pecinta alam, kesenian , olahraga dll.

3) Untuk peserta didik dari TK/RA, SLTP/MTs dilakukan dengan mengintegrasikan paket-paket diklat pravokasional, dan program kecakapan vokasional bagi peserta didik SMU/MA dapat dilaksanakan si BLK , SMK ataupun SMK yang telah dikembangkan menjadi community college. Dan bagi peserta diklat SMK aspek kecakapan hidup dilaksanakan dengan mengintegrasikan kedalam kegiatan pemelajaran pada setiap mata pelajaran atau mata diklat yang ada dalam bentuk paket pemelajaran kecakapan hidup.

Pendapat lain menyatakan implementasi pendidikan kecakapan hidup dapat mempertimbangkan beberapa model, antara lain adalah: (1) model integratif, (2) model komplementatif, dan (3) model diskrit (Saryono, Djoko dalam Marwanti, 2004). Dalam model integratif, implemetasi pendidikan kecakapan hidup melekat dan terpadu dalam program-program kurikuler, kurikulum yang ada, dan atau mata pelajaran yang ada. Berbagai program kurikuler dan mata pelajaran yang ada seharusnya bermuatan atau berisi kecakapan hidup. Model ini memerlukan kesiapan dan kemampuan tinggi dari sekolah, kepala sekolah, dan guru mata pelajaran. Kepala sekolah dan guru harus pandai dan cekatan menyiasati dan menjabarkan kurikulum, mengelola pemelajaran, dan mengembangkan penilaian. Ini berarti, mereka harus kreatif, penuh inisiatif, dan kaya gagasan. Keuntungannya, model ini relatif murah, tidak membutuhkan ongkos mahal, dan tidak menambah beban sekolah terutama kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Dalam model komplementatif, implementasi pendidikan kecakapan hidup dimasukkan dan atau ditambahkan ke dalam program pendidikan kurikuler dan struktur kurikulum yang ada, bukan. Pelaksanaannya bisa berupa menambahkan mata pelajaran kecakapan hidup dalam struktur kurikulum atau menyelenggarakan program kecakapan hidup dalam kalender pendidikan. Model ini tentu saja membutuhkan waktu tersendiri, guru tersendiri di bidang kecakapan hidup, dan ongkos yang relatif besar. Selain itu, penggunaan model ini dapat menambah beban tugas siswa dan guru selain beban finansial sekolah. Meskipun demikian, model ini dapat digunakan secara optimal dan intensif untuk membentuk kecakapan hidup pada peserta didik. Dalam model diskrit, implementasi pendidikan kecakapan hidup dipisahkan dan dilepaskan dari program-program kurikuler, kurikulum reguler, dan atau mata pelajaran (pemelajaran kurikuler). Pelaksanaannya dapat berupa pengembangan program kecakapan hidup yang dikemas dan disajikan secara khusus kepada peserta didik. Penyajiannya bisa terkait dengan program kokurikuler atau bisa juga berbentuk program ekstrakurikuler. Model ini membutuhkan persiapan yang matang, ongkos yang relatif besar, dan kesiapan sekolah yang baik. Selain itu, model ini memerlukan perencanaan yang baik agar tidak salah penerapan. Meskipun demikian, model ini dapat digunakan membentuk kecakapan hidup peserta didik secara komprehensif dan leluasa.

Berdasarkan berbagai prinsip dan pola pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup tersebut, model integratif yang paling memungkinkan untuk dilakukan penerapannya. Tim BBE (2002) mengingatkan bahwa dalam mengintegrasikan aspek kecakapan hidup dalam topik diklat tidak boleh dipaksakan. Artinya jika suatu topik pelajaran hanya dapat mengembangkan satu aspek kecakapan hidup maka hanya satu aspek tersebut yang dikembangkan dan tidak perlu dipaksakan mengkaitkan aspek yang lainnya namun jika ada topik pelajaran yang dapat menumbuhkan beberapa aspek kecakapan hidup maka pengembangan aspek kecakapan hidup perlu dioptimalkan pada topik tersebut. Artinya peran guru dalam mengembangkan kecakapan hidup memiliki porsi yang sangat besar dalam menentukan keberhasilannya terutama kreativitas dalam melakukan reorientasi pemelajaran.

Slamet PH (2002) menyatakan pengembangan pendidikan berbasis kecakapan hidup idealnya ditempuh secara berurutan sebagai berikut: Pertama, diidentifikasi masukan dari hasil penelitian, pilihan-pilihan nilai, dan dugaan para ahli tentang nilai-nilai kehidupan nyata yang berlaku.  Kedua, masukan tersebut kemudian digunakan sebagai bahan untuk mengembangkan kompetensi kecakapan hidup.  Kompetensi kecakapan hidup yang dimaksud harus menunjukkan kemampuan, kesanggupan, dan keterampilan untuk menjaga kelangsungan hidup dan perkembangannya dalam dunia yang sarat perubahan.  Ketiga, kurikulum dikembangkan berdasarkan kompetensi kecakapan hidup yang telah dirumuskan.  Artinya, apa yang harus, seharusnya, dan yang mungkin diajarkan kepada peserta didik disusun berdasarkan kompetensi yang telah dikembangkan.  Keempat, penyelenggaraan pendidikan kecakapan hidup perlu dilaksanakan dengan jitu agar kurikulum berbasis kecakapan hidup dapat dilaksanakan secara cermat.  Hal-hal yang diperlukan untuk penyelenggaraan pendidikan kecakapan hidup seperti misalnya tenaga kependidikan (guru), pendekatan-strategi-metode pemelajaran, media pendidikan, fasilitas, tempat belajar dan durasi belajar, harus siap.  Kelima, evaluasi pendidikan kecakapan hidup perlu dibuat berdasarkan kompetensi kecakapan hidup yang telah dirumuskan pada langkah kedua.  Karena evaluasi belajar disusun berdasarkan kompetensi, maka penilaian terhadap prestasi belajar peserta didik tidak hanya dengan pencil and paper test, melainkan juga dengan performance test dan bahkan dengan evaluasi otentik. Gambar berikut memaparkan secara ringkas alur berpikir pengembangan pendidikan berbasis kecakapan hidup.

Gambar 2.  Alur Berpikir Pengembangan Pendidikan Kecakapan Hidup (Slamet PH,2002).

Suharsono (2003:96) menyaatkan yang perlu diperhatikan adalah kecakapan hidup general merupakan fondasi dari kecakapan hidup lainnya. Oleh sebab itu sesungguhnya semua kecakapan hidup bisa dilaksanakan pada semua jenjang pendidikan asal diterapkan secara proporsional. Sesuai dengan konsep pengembangan pendidikan kecakapan hidup maka setiap mata diklat perlu mengembangkan setiap aspek kecakapan hidup secara proporsional dan tidak perlu dipaksakan serta aspek-aspek kecakapan hidup harus dirancang secara sengaja untuk ditumbuhkan dalam proses belajar mengajar.

Prihantoro (2004) menyatakan pendidikan berdasar kompetensi menuntut peran guru yang berbeda dengan penerapan yang berdasarkan subject matter. Guru bukan menjadi sentral (teacher centered) dalam perannya, tetapi peran aktif siswa menjadi sentral (student centered) dalam penerapan kurikulum berdasar kompetensi. Fungsi dan peran guru adalah menjadi pendamping atau fasilitator dalam proses pemelajaran yang memfokuskan pada penemuan kemampuan diri siswa untuk mendapatkan kompetensi yang telah diprogramkan. Guru menjadi pengendali bagi siswa terhadap kompetensi yang telah dikuasainya. Guru yang menjadi unsur terdepan dalam pendidikan memegang peranan yang tidak tergantikan.

Berdasarkan strategi pengembangan kecakapan hidup tersebut maka guru sebagai ujung tombak pelaksana kurikulum dalam melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar dituntut untuk mampu mengintegrasikan aspek-aspek kecakapan hidup dalam topik diklat yang diajarkan. Tim Broad Base Education (BBE) (2002,83) menyatakan bahwa untuk melaksanakan pendidikan berorientasi kecakapan hidup dapat melalui: (a) reorientasi pemelajaran dengan memberikan perhatian pada kecakapan hidup, (b) pengembangan budaya sekolah, (c) manajemen sekolah, (d) hubungan sinergis dengan masyarakat. Hal ini berarti dalam upaya pengembangan kecakapan hidup pada siswa/peserta didik, selain diperlukan kreativitas guru dalam melakukan reorientasi pemelajaran juga menuntut guru untuk aktif mewujudkan pengembangan budaya sekolah dan menyukseskan kebijakan manajemen sekolah serta mampu menjalin hubungan sinergis dengan masyarakat. Dengan keterlibatan aktif guru dalam upaya pengembangan kecakapan hidup melalui keempat cara tersebut maka pengembangan kecakapan hidup di sekolah akan dapat berjalan dengan baik.





Kambing Bumbu Tinoransak (Manado)

25 11 2008

bahan:
500 gram daging kambing, dipotong kotak 2 cm
20 lembar daun kemangi
5 tangkai serai, dimemarkan
500 ml air
5 sendok makan minyak goreng

bumbu tumbuk kasar:
20 butir bawang merah
100 gram cabai hijau
5 buah cabai rawit hijau
2 sendok teh garam

cara membuat:
1. Tumis bumbu tumbuk, daun kemangi, dan serai sampai harum.
2. Masukkan kambing sambil diaduk hingga berubah warna.
3. Tuang air lalu masak sampai daging lunak.

untuk 6 porsi.





OPEN SOURCE & FREE SOFTWARE SEBAGAI SOLUSI PENDIDIKAN DUNIA

24 11 2008

Konsep ini pertamakali di populerkan oleh Eric Raymond. Software yang dalam pengembangannya menganut sistem Open Source ini biasanya mencapai tahap kematangan (mature) lebih cepat dibandingkan dengan software komersial yang menggunakan Close Source. Contoh kecepatan ini dapat anda amati salah satunya di http://www.kernelnotes.org . Open Source berarti: kode program dari software tersebut dapat di buka oleh siapa saja, sehingga siapa pun dapat melihat keunggulan, kelemahan dari software itu dengan cepat, lalu kalau mampu dapat memperbaikinya, dan seterusnya tanpa harus membayar apapun.

Di era internet seperti sekarang , konsep ini memungkinkan sebuah software dapat di lihat dan dikembangkan oleh banyak bahkan ribuan orang sekaligus pada satu saat yang sama di seluruh penjuru dunia. LINUX adalah salah satu software yang dikembangkan dengan sistem Open Source ini di internet. LINUX adalah free software. Artinya, siapapun dapat memiliki dan menggunakannya tanpa harus membayar harga software. Kita bisa dan legal untuk memodifikasi LINUX secara bebas sesuai dengan kebutuhan. Syaratnya hanya satu yaitu tidak menghilangkan atau tetapi menyertakan pada program yang di modifikasi dan sebagainya tadi, nama sipembuat dan atau penernbit asal dari software tersebut.

Jadi ‘Free’ pada kata ‘Free software’ disini bukan berarti cuma gratis (tidak usah membayar), tetapi lebih dekat kepada ‘freedom’ atau kebebasan dalam memanfaatkan sesuatu. Penggagas Free Software adalah Richard Stallman.

3. LINUX dan Lingkungan Pendidikan

Yang banyak terjadi di lingkungan pendidikan adalah terjebaknya para pendidik dan siswa/mahasiswa kepada suatu ‘produk software’ yang terlanjur mendominasi pasar, tidak kepada substansi dasar pendidikan itu sendiri. Contoh: Seringkali pengajar komputer memberikan penjelasan tentang sebuah sistem operasi yang tidak populer dengan kata-kata :’… software X itu seperti ‘DOS’-nya komputer …”. dst. Kurang diperkenalkannya istilah standard seperti Spreadsheet, Wordprocessor, Presentation Software dst, sehingga masyarakat akan lebih mengenal nama produk seperti Excel /Lotus (spreadsheet), MS Word Wordprocessor) dan Power point (Presentation software).

Jebakan yang paling parah adalah ketika civitas dunia pendidikan mulai menggunakan software ilegal dan akhirnya merasa bahwa hal itu adalah hal yang lumrah padahal itu merupakan hal yang sangat memalukan apalagi di lingkungan pendidikan. Seharusnya di lingkungan pendidikan terjadi apresiasi yang cukup baik terhadap karya intelektual, tetapi yang terjadi malah sebaliknya.

Proses copy-mengcopy secara ilegal yang terjadi di kalangan insan pendidikan bukan tidak mungkin karena para dosen/guru mereka sendiri yang justru malah baik dengan sengaja atau tidak mengarahkan mereka (para siswa/mahasiswa) untuk melakukan pembajakan software. Penetapan kurikulum mata kuliah yang menjurus kepada suatu produk komersial misalnya, (apalagi harga dari produk itu tidak terjangkau) ini juga bisa menjadi pemicu terjadinya pembajakan software oleh siswa/mahasiswa dan para pengajar yang juga belum tentu mampu membelinya.

Ditambah lagi mulai tahun 2000, Indonesia masuk kedalam suatu kesepakatan tentang HAKI (Hak Atas Karya Intelektual) atau IPR (Intelectual Propertiary Right). Demikian juga TRIPS yang akan melegalkan pembalasan dari negara yang dilanggar HAKI nya dengan melakukan balasan yang setimpal tetapi bisa pada bidang yang berlainan. Contoh: Misalnya Indonesia melanggar HAKI software tertentu dari Amerika, maka Amerika berhak untuk memboikot atau memberikan bea masuk yang tinggi terhadap eksport tekstil Indonesia. Jadi Karena ulah pembajak software, bisa saja secara tidak langsung para buruh tekstil kita kena PHK karena tekstil tidak bisa diekspor.

LINUX , sebagai free software bisa jadi merupakan alternatif yang cukup baik untuk memecahkan beberapa persoalan di atas. Bahkan di beberapa sisi memiliki nilai tambah yang sangat significant. Dari beberapa sumber menyatakan, LINUX merupakan sistem operasi yang sangat stabil. LINUX dapat diletakkan mulai dari sebuah floppy disk 3.5″ hingga harddisk IDE/SCSI yang besar. Mulai dari prosesor kelas 486 hingga yang multiprocessor kelas 64 bit. Bahkan untuk kelas 64 bit, COMPAQ menyatakan LINUX sebagai sistem operasi standard-nya.

Dari sisi harga, jelas akan menghemat anggaran pendidikan dengan cukup significant/mencolok, mahasiswa pun bisa menggunakan software handal dengan legal. Bahkan bagi anggota masyarakat (tidak terbatas pada lingkungan pendidikan) yang memiliki kemampuan ilmu yang memadai, dapat ikut serta dengan masyarakat IT seluruh dunia secara aktif untuk mengembangkan software-software kelas dunia, dan hal ini sudah dibuktikan oleh beberapa orang Indonesia.

Kebanyakan dari kita, selama ini hanya sebagai pengguna/user dari produk tertentu, termasuk platform/sistem operasi. Dengan LINUX yang OPEN SOURCE, maka sangat memungkinkan bagi Indonesia untuk membuat LINUX-INDONESIA. Bukan cuma diberi tambahan nama INDONESIA, tetapi memang benar-benar di buat dan dimiliki secara penuh oleh bangsa Indonesia. Inilah keunggulan dari konsepsi open source. Perlu diketahui bahwa software-software yang menggunakan konsep pengembangan ini sangat banyak, tidak cuma LINUX tetapi ribuan aplikasi yang berjalan dengan platform Linux dari berbagai bidang juga di buat dengan konsep pengembangan opensource. Anda bisa lihat di salah satu site yang ada di Internet seperti : www.linuxlinks.com. , www.linux.com, www.freshmeat.org, dll.

Administrasi & Operasional Pendidikan

Dengan kemampuan yang sangat baik sebagai server dan terminal, maka LINUX beserta aplikasinya juga dapat diandalkan sebagai software untuk proses-proses administrasi pendidikan. Dimulai dari promosi di Internet, pendaftaran OnLine, Pendaftaran di ruang pendaftaran, pengelolaan nilai siswa/mahasiswa, alat bantu praktek di lab komputer, alat bantu riset dan sebagainya. Hampir semua itu bisa dilakukan dengan menggunakan software-software freeware.

Bagaimana mengembangkan LINUX di Dunia Pendidikan Indonesia ?

Cari yang paling efektif adalah dengan menjadikan LINUX sebagai standard platform di berbagai tingkat pendidikan. Mulai dari Sekolah Dasar/TK hingga perguruan tinggi. Setiap institusi dapat menyepakati apa yang disebut dengan OPEN SOURCE CAMPUS AGREEMENT (OSCA). OSCA adalah bagian dari OSA (Open Source Agreement) yang bisa saja di jalankan oleh institusi apapun, baik sosial, pendidikan maupun bisnis dan pemerintahan.

4. OPEN SOURCE CAMPUS AGREEMENT

Ide OSCA mengalir dari I Made Wiryana, yaitu salah satu dosen di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Gunadarma yang sedang mengambil program Doktoral di Universitas Bielefeld German (1999). Agreement ini sebenarnya adalah suatu kesepakatan bebas yang di bangun sendiri oleh Institusi yang bersangkutan untuk menggunakan LINUX sebagai platform. Di German sebagian besar lembaga pendidikan sepakat menggunakan LINUX sebagai platform. Permasalahan yang cukup penting dalam menerapkan OSCA adalah pada penyiapan sumber daya manusianya. Tetapi investasi di SDM akan lebih murah dan berjangka sangat panjang dibandingkan dengan harus selalu membeli software komersial dan membeli lagi setiap kali terjadi perkembangan lebih lanjut dari versi software tersebut.

5. APLIKASI YANG DAPAT DIPERGUNAKAN

5.1. OTOMATISASI PERKANTORAN

Untuk proses otomatisasi perkantoran, Institusi pendidikan dapat menggunakan Star Office dari SUN, software ini termasuk free software dan dapat membaca dengan cukup baik dokumen-dokumen dari Microsoft Office 97/2000 seperti WORD, EXCEL, & POWERPOINT. Untuk word processor dapat juga menggunakan format TeX dengan software LYX, Latex atau KLYX. Format ini lebih stabil dibanding dengan format *.doc, dan file yang dihasilkan jauh lebih kecil karena program yang menjalankannya memiliki sifat seperti browser saja. Dokumen TeX ini mengikuti kaidah object oriented, sehingga mudah untuk diintegrasikan dengan development software yang lain.

5.2 INTERNET CLIENT & SERVER

Software berbasis internet sangat banyak di LINUX. Untuk e-mail client kita bisa memilih dari yang text based sampai yang X-based. Browser yang cukup canggih seperti NETSCAPE, juga tersedia sebagai free software di LINUX.

APACHE adalah WEB Server yang sangat canggih dan banyak dipakai di kalangan provider dan web hosting. Software ini juga tersedia gratis. Bahkan saat ini APACHE adalah software Web server yang dipergunalan lebih dari 60% Intenet server seluruh dunia. APACHE dapat dikolaborasikan dengan banyak aplikasi seperti PHP, ZOPE, Frontpage,dll. Mailserver handal seperti Sendmail merupakan standard di setiap distribusi LINUX.

Dengan menggabungkan antara Sendmail dan Procmail, serta kepemilikan unlimited forwarding email atau bisa juga dengan membuat kesepakatan dengan ISP, maka kita kita bisa membuat unlimited email kepada seluruh personal yang memilik akses di server lokal, hanya dengan satu account email di ISP.

Seluruh software yang disebutkan di atas itu adalah free software.

5.3 DATABASE

mSql atau MySql termasuk database yang ringan tetapi sangat handal. Banyak digunakan di Internet Server sebagai pasangan dari PHP. Kalau Anda ingin membuat aplikasi database yang lebih besar lagi dan free software, di LINUX ada PostgreSQL yang sebanding dengan database populer seperti ORACLE. PosgreSQL dapat menangani data hingga lebih dari 200GB. ( www.postgresql.org ). Kalau ingin bekerja dengan X \windows, tersedia Pgaccess yang tampilannya mirip dengan Microsoft Access, tetapi terkoneksi dengan postgreSQL.

Sering kali istilah free software tekesan tidak stabil dan tidak bonafid. Ini suatu kekeliruan besar, Software di atas bahkan banyak digunakan oleh institusi strategis (mis: NASA) dan kalangan bisnis.

5.4 BAHASA PEMROGRAMAN

LINUX kaya akan bahasa pemrograman. Mulai dari tingkat compiler hingga script. Di LINUX terdapat antara lain : BASIC, FORTRAN, PASCAL, C/C++, Qt, Tcl/tk, vTcl/tk, Perl, Python + wxPython, PHP, dst.

Dan masih banyak lagi software-software baik yang freeware maupun yang komersial. yang di-port ke LINUX. Contohnya antara lain: ORACLE, LOTUS NOTE, LOTUS DOMINO, Coreldraw/paint/… , WordPerfect, dll.

6. LAIN – LAIN :

PRIVACY

LINUX dikembangkan dari server, karena itu sangat memperhatikan masalah security. Siapapun yang akan bekerja di LINUX harus login dan memasukkan password. Lalu user tersebut akan berada pada area yang tidak bercampur dengan area user yang lain. Kemampuan ini akan mendidik pengguna dalam menghormati privacy masing-masing user. Pengaturan oleh SysAdmin pun akan lebih baik. Tidak ada istilah bahwa dokumen user yang satu terhapus atau di copy tanpa izin oleh yang lain.

NO VIRUS

Arsitektur yang baik dari UNIX juga terdapat di LINUX. Sehingga hampir tidak pernah terdengan tentang virus di LINUX. Kalau ada seorang membuat virus, maka virus tersebut hanya bisa berada di area-nya sendiri. Kecuali bisa masuk sebagai account root.





IMPLIKASI IT DI DUNIA PENDIDIKAN INDONESIA

24 11 2008

e-Education, istilah ini mungkin masih asing bagi bangsa Indonesia. e-education (Electronic Education) ialah istilah penggunaan IT di bidang Pendidikan. Internet membuka sumber informasi yang tadinya susah diakses. Akses terhadap sumber informasi bukan menjadi masalah lagi. Perpustakaan merupakan salah satu sumber informasi yang mahal harganya. (Berapa banyak perpustakaan di Indonesia, dan bagaimana kualitasnya?) Adanya Internet memungkinkan seseorang di Indonesia untuk mengakses perpustakaan di Amerika Serikat berupa Digital Library. Sudah banyak cerita tentang pertolongan Internet dalam penelitian, tugas akhir. Tukar menukar informasi atau tanya jawab dengan pakar dapat dilakukan melalui Internet. Tanpa adanya Internet banyak tugas akhir dan thesis yang mungkin membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk diselesaikan.

A. Pemanfaatan IT Bagi Institut Pendidikan

Pesatnya perkembangan IT, khususnya internet, memungkinkan pengembangan layanan informasi yang lebih baik dalam suatu institusi pendidikan. Dilingkungan perguruan tinggi, pemanfaatan IT lainnya yaitu diwujudkan dalam suatu sistem yang disebut electronic university (e-University). Pengembangan e-University bertujuan untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan, sehingga perguruan tinggi dapat menyediakan layanan informasi yang lebih baik kepada komunitasnya, baik didalam maupun diluar perguruan tinggi tersebut melalui internet. Layanan pendidikan lain yang bisa dilaksanakan melalui sarana internet yaitu dengan menyediakan materi kuliah secara online dan materi kuliah tersebut dapat diakses oleh siapa saja yang membutuhkan.

Lingkungan Akademis Pendidikan Indonesia yang mengenal alias sudah akrab dengan Implikasi IT di bidang Pendidikan adalah UI dan ITB. Semisalnya UI. Hampir setiap Fakultas yang terdapat di UI memiliki jaringan yang dapat di akses oleh masyarakat, memberikan informasi bahkan bagi yang sulit mendapatkannya karena problema ruang dan waktu. Hal ini juga tentunya sangat membantu bagi calon mahasiswa maupun mahasiswa atau bahkan alumni yang membutuhkan informasi tentang biaya kuliah, kurikulum, dosen pembimbing, atau banyak yang lainnya. Contoh lain adalah Universitas Swasta Bina Nusantara juga memiliki jaringan Internet yang sangat mantap, yang melayakkan mereka mendapatkan penghargaan akademi pendidikan Indonesia dengan situs terbaik. Layanan yang disediakan pada situs mereka dapat dibandingkan dengan layanan yang disediakan oleh situs-situs pendidikan luar negeri seperti Institut Pendidikan California atau Institut Pendidikan Virginia, dan sebagainya.

Pada tingkat pendidikan SMU implikasi IT juga sudah mulai dilakukan walau belum mampu menjajal dengan implikasi-implikasinya pada tingkatan pendidikan lanjutan. Di SMU ini rata-rata penggunaan internet hanyalah sebagai fasilitas tambahan dan lagi IT belum menjadi kurikulum utama yang diajarkan untuk siswa. IT belum menjadi media database utama bagi nilai-nilai, kurikulum, siswa, guru atau yang lainnya. Namun prospek untuk masa depan, penggunaan IT di SMU cukup cerah.

Selain untuk melayani Institut pendidikan secara khusus, adapula yang untuk dunia pendidikan secara umum di indonesia. Ada juga layanan situs internet yang menyajikan kegiatan sistem pendidikan di indonesia. situs ini dimaksudkan untuk merangkum informasi yang berhubungan dengan perkembangan pendidikan yang terjadi dan untuk menyajikan sumber umum serta jaringan komunikasi (forum) bagi administrator sekolah, para pendidik dan para peminat lainnya. Tujuan utama dari situs ini adalah sebagai wadah untuk saling berhubungan yang dapat menampung semua sektor utama pendidikan. Contoh dari situs ini adalah www.pendidikan.net

Disamping lingkungan pendidikan, misalnya pada kegiatan penelitian kita dapat memanfaatkan internet guna mencari bahan atau pun data yang dibutuhkan untuk kegiatan tersebut melalui mesin pencari pada internet. Situs tersebut sangat berguna pada saat kita membutuhkan artikel, jurnal ataupun referensi yang dibutuhkan. Situs tersebut contohnya seperti google.com atau searchindonesia.com atau sumpahpalapa.net

Inisiatif-inisiatif penggunaan IT dan Internet di luar institusi pendidikan formal tetapi masih berkaitan dengan lingkungan pendidikan di Indonesia sudah mulai bermunculan. Salah satu inisiatif yang sekarang sudah ada adalah situs penyelenggara “Komunitas Sekolah Indonesia”. Situs yang menyelenggarakan kegiatan tersebut contohnya plasa.com dan smu-net.com

B. IT Sebagai Media Pembelajaran Multimedia

Kerjasama antar pakar dan juga dengan mahasiswa yang letaknya berjauhan secara fisik dapat dilakukan dengan lebih mudah. Dahulu, seseorang harus berkelana atau berjalan jauh menempuh ruang dan waktu untuk menemui seorang pakar untuk mendiskusikan sebuah masalah. Saat ini hal ini dapat dilakukan dari rumah dengan mengirimkan email. Makalah dan penelitian dapat dilakukan dengan saling tukar menukar data melalui Internet, via email, ataupun dengan menggunakan mekanisme file sharring dan mailing list. Bayangkan apabila seorang mahasiswa di Sulawesi dapat berdiskusi masalah teknologi komputer dengan seorang pakar di universitas terkemuka di pulau Jawa. Mahasiswa dimanapun di Indonesia dapat mengakses pakar atau dosen yang terbaik di Indonesia dan bahkan di dunia. Batasan geografis bukan menjadi masalah lagi.

Sharing information juga sangat dibutuhkan dalam bidang penelitian agar penelitian tidak berulang (reinvent the wheel). Hasil-hasil penelitian di perguruan tinggi dan lembaga penelitian dapat digunakan bersama-sama sehingga mempercepat proses pengembangan ilmu dan teknologi.

Virtual university merupakan sebuah aplikasi baru bagi Internet. Virtual university memiliki karakteristik yang scalable, yaitu dapat menyediakan pendidikan yang diakses oleh orang banyak. Jika pendidikan hanya dilakukan dalam kelas biasa, berapa jumlah orang yang dapat ikut serta dalam satu kelas? Jumlah peserta mungkin hanya dapat diisi 40 – 50 orang. Virtual university dapat diakses oleh siapa saja, darimana saja. Penyedia layanan Virtual University ini adalah www.ibuteledukasi.com . Mungkin sekarang ini Virtual University layanannya belum efektif karena teknologi yang masih minim. Namun diharapkan di masa depan Virtual University ini dapat menggunakan teknologi yang lebih handal semisal Video Streaming yang dimasa mendatang akan dihadirkan oleh ISP lokal, sehingga tercipta suatu sistem belajar mengajar yang efektif yang diimpi-impikan oleh setiap ahli IT di dunia Pendidikan. Virtual School juga diharapkan untuk hadir pada jangka waktu satu dasawarsa ke depan.

Bagi Indonesia, manfaat-manfaat yang disebutkan di atas sudah dapat menjadi alasan yang kuat untuk menjadikan Internet sebagai infrastruktur bidang pendidikan. Untuk merangkumkan manfaat Internet bagi bidang pendidikan di Indonesia:

. Akses ke perpustakaan;

. Akses ke pakar;

. Melaksanakan kegiatan kuliah secara online;

. Menyediakan layanan informasi akademik suatu institusi pendidikan;

. Menyediakan fasilitas mesin pencari data;

. Meyediakan fasilitas diskusi;

. Menyediakan fasilitas direktori alumni dan sekolah;

. Menyediakan fasilitas kerjasama;

. Dan lain – lain.

C. Kendala-Kendala Pengimplikasian di Indonesia

Jika memang IT dan Internet memiliki banyak manfaat, tentunya ingin kita gunakan secepatnya. Namun ada beberapa kendala di Indonesia yang menyebabkan IT dan Internet belum dapat digunakan seoptimal mungkin. Kesiapan pemerintah Indonesia masih patut dipertanyakan dalam hal ini.

Salah satu penyebab utama adalah kurangnya ketersediaan sumber daya manusia, proses transformasi teknologi, infrastruktur telekomunikasi dan perangkat hukumnya yang mengaturnya. apakah infrastruktur hukum yang melandasi operasional pendidikan di Indonesia cukup memadai untuk menampung perkembangan baru berupa penerapan IT untuk pendidikan ini. Sebab perlu diketahui bahwa Cyber Law belum diterapkan pada dunia Hukum di Indonesia.

Selain itu masih terdapat kekurangan pada hal pengadaan infrastruktur teknologi telekomunikasi, multimedia dan informasi yang merupakan prasyarat terselenggaranya IT untuk pendidikan sementara penetrasi komputer (PC) di Indonesia masih rendah. Biaya penggunaan jasa telekomunikasi juga masih mahal bahkan jaringan telepon masih belum tersedia di berbagai tempat di Indonesia.. Untuk itu perlu dipikirkan akses ke Internet tanpa melalui komputer pribadi di rumah. Sementara itu tempat akses Internet dapat diperlebar jangkauannya melalui fasilitas di kampus, sekolahan, dan bahkan melalui warung Internet.Hal ini tentunya dihadapkan kembali kepada pihak pemerintah maupun pihak swasta; walaupun pada akhirnya terpulang juga kepada pemerintah. Sebab pemerintahlah yang dapat menciptakan iklim kebijakan dan regulasi yang kondusif bagi investasi swasta di bidang pendidikan. Namun sementara pemerintah sendiri masih demikian pelit untuk mengalokasikan dana untuk kebutuhan pendidikan. Saat ini baru Institut-institut pendidikan unggulan yang memiliki fasilitas untuk mengakses jaringan IT yang memadai. Padahal masih banyak institut-institut pendidikan lainnya yang belum diperlengkapi dengan fasilitas.





KRAWANG-BEKASI

24 11 2008

kami yang terbaring antara kerawang-bekasi

tidak bisa teriak “merdeka” dan angkat senjata lagi.tapi siapa lagi yang tidak mendengar deru

kami,terbayang kami maju dan mendegap hati?

kami bicara padamu dalam hening dimalam sepi

jika dada tersa hampa dan jam dinding berdetak

kami mati muda.yang tinggal tulang diliputi debu.

kenang,kenanglah kami.

kami sudah apa yang kami bisatapi keja belum selesai,belum juga bisa menghitung arti 4-5 ribu nyawa

kami cuma tulang-tulang berserakan

tapi adalah kepunyaanmu

kaulah lagi yang tentekukan nilai tulang yang berserakan atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan

dan harapan atau untuk tidak apa-apa

kami tidak tahu,kami tidak lagi bisa berkata

kaulah yang sekarang berkata,kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak kenang,kenanglah kami

teruskan,teruskan jiwa kami

menjaga bung karno

menjaga bung hatta

menjaga bung sjahrir kami mayat

berikan kami arti

berjagalah terus digaris batas pernyataan dan impian kenang,kenanglah kami

yang tinggal tulang-tulang yang diliputi debu

beribu kami terbaring antara kerawang-bekasi ayo! bung karno kasi tangan mari kita bikin janji

aku sudah cukup lama dengan bicaramu

dipanggang diatas apimu,digarami lautmu dari mulai tanggal 17 Agustus 1945

aku melangkah kedepan berada rapat disisimu

aku sekarang api aku sekarang laut

bung karno!kau dan aku satu zat satu urat

dizatmu dizatku kapal-kapal berlayar

diuratmu diuratku kapal-kapal kita bertolak dan berlabuh

by: Chairil Anwar





media audio radio

20 11 2008

media audio radio berkaitan dengan pendengaran

karakteristik media elektronik yaitu:

  1. kemudahan menyampaikan pesan
  2. keberadaan yang kontinyu
  3. kemudahan akses
  4. kemudahan menyampaikan realita
  5. berpotensi menimbulkan dampak sosial
  • pesan media audio radio  sifatnya yang dipancarkan maka radio mudah mencapai sejumlah besar pendengarsekali suatu pemancar sudah berdiri,maka upaya untuk menambah satu pendengar dan satu realita.keberadaan yang kontinyu bisa didapat setiap saat,selalu ada.media lainnya memiliki sifat sesaat maka edia radio sifatnya terus-menerus ada.kemudahan akses o9rang tidak memerlukan persiapan diri atau tiket kemampuan menyampaikan realita.salah satu ciri yang paling menonjol dari radioadalah menyiarkan suatu peristiwa pada setiap waktu
  • kelemahan media audio radio
  1. karena hanya  indra telinga maka media radio kalah dari media audio visual (tv)
  2. siofat radio”sekilas dengar” karenanya pesan harus disampaikan dengan jelas
  3. jumlah pesan yang disampaikan terbatas oleh waktu
  4. pesan yang disampaikan tidak bisa diulang




Hello world!

20 11 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.