KRAWANG-BEKASI

24 11 2008

kami yang terbaring antara kerawang-bekasi

tidak bisa teriak “merdeka” dan angkat senjata lagi.tapi siapa lagi yang tidak mendengar deru

kami,terbayang kami maju dan mendegap hati?

kami bicara padamu dalam hening dimalam sepi

jika dada tersa hampa dan jam dinding berdetak

kami mati muda.yang tinggal tulang diliputi debu.

kenang,kenanglah kami.

kami sudah apa yang kami bisatapi keja belum selesai,belum juga bisa menghitung arti 4-5 ribu nyawa

kami cuma tulang-tulang berserakan

tapi adalah kepunyaanmu

kaulah lagi yang tentekukan nilai tulang yang berserakan atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan

dan harapan atau untuk tidak apa-apa

kami tidak tahu,kami tidak lagi bisa berkata

kaulah yang sekarang berkata,kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak kenang,kenanglah kami

teruskan,teruskan jiwa kami

menjaga bung karno

menjaga bung hatta

menjaga bung sjahrir kami mayat

berikan kami arti

berjagalah terus digaris batas pernyataan dan impian kenang,kenanglah kami

yang tinggal tulang-tulang yang diliputi debu

beribu kami terbaring antara kerawang-bekasi ayo! bung karno kasi tangan mari kita bikin janji

aku sudah cukup lama dengan bicaramu

dipanggang diatas apimu,digarami lautmu dari mulai tanggal 17 Agustus 1945

aku melangkah kedepan berada rapat disisimu

aku sekarang api aku sekarang laut

bung karno!kau dan aku satu zat satu urat

dizatmu dizatku kapal-kapal berlayar

diuratmu diuratku kapal-kapal kita bertolak dan berlabuh

by: Chairil Anwar

Advertisement

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.